Selamat Datang di Webblog kami. Kami siap melayani kebutuhan Anda akan Toner Original berbagai merk seperti:
- XEROX
- HP
- CANON
- EPSON
- IBM
- KYOCERA
- PANASONIC
- BROTHER
- dll
dengan harga yang sangat Kompetitif. Pastikan kebutuhan Anda terpenuhi bersama Kami segera hubungi kami di 08567973797 atau 021 99737973.
Printer Ramah Lingkungan, Hari Rabu (3/11), pameran teknologi informasi (TI) yang diklaim terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, dibuka. Berbagai produsen bidang TI pun menawarkan berbagai produk terbaik dan unggulannya. Fuji Xerox Printer Channel pun, melalui dua distributornya, PT Astragraphia dan PT Harrisma, tak ketinggalan mengikuti pameran tersebut.
Namun, Country Sales Manager Fuji Xerox Indonesia, Teddy Susanto di Jakarta, Rabu, memastikan, printer produk unggulan perusahaannya belum bisa tampil pada pameran itu. Padahal, bukan berarti Fuji Xerox Printer Channel tak memiliki produk baru yang bisa diunggulkan.
 |
| ilustrasi |
|
Namun, seperti disampaikan General Manager Fuji Xerox Printer Channel Asean, Vincent Sim di Yokohama, Jepang, pekan lalu, produk unggulan mereka, berupa printer dan toner (tinta) baru akan diluncurkan akhir tahun ini.
Walaupun demikian, pekan lalu di depan wartawan dari kawasan Asia dan Pasifik, termasuk dari Indonesia, Presiden Fuji Xerox Tadahito Yamamoto dan Presiden Fuji Xerox Printer Channel James Henderson telah memperkenalkan, produk unggulan baru mereka, yaitu printer yang berbasiskan teknologi Selfscanning Light Emitting Device (SLED) dan EA-Eco Toner. Printer berbasis SLED adalah pengembangan dari printer berbasis LED yang sudah dikembangkan untuk produk high end sejak akhir 2007.
James mengakui, Fuji Xerox memang bukan yang pertama mengembangkan printer dengan basis LED. Namun, untuk printer dengan berbasiskan teknologi SLED, mereka adalah yang pertama. Bahkan, pada akhir tahun ini, printer berbasis SLED itu akan diproduksi pula untuk low end, sehingga pasarnya bisa lebih luas, termasuk untuk kepentingan keluarga dan usaha kecil. Tak terbatas pada industri, yang selama ini adalah pasar untuk produk printer high end.
Printer berbasis SLED diunggulkan, bukan hanya karena bentuknya lebih ringkas dibandingkan pendahulunya yang berbasis LED, melainkan juga karena lebih hemat dalam pemakaian energi listrik dan tidak berisik. Suaranya lebih halus. Komponen dari printer ini juga menggunakan bahan-bahan yang bisa didaur ulang, sehingga amat ramah lingkungan.
Printer yang ramah lingkungan inipun dipadukan dengan toner baru, yang juga ramah lingkungan. Fuji Xerox di Yokohama juga memperkenalkan toner baru ini, yang diklaim lebih rendah emisi karbonnya dibandingkan toner konvensional, pulverized toner.
Dari kajian perusahaan patungan Jepang dan Amerika Serikat itu, untuk penggunaan di bidang manufaktur, emisi karbon dari EA-Eco Toner lebih rendah 35 persen dibandingkan toner konvensional. Tingkat pemakaiannya pun lebih rendah 24 persen dibandingkan pulverized toner. Jika EA-Eco Toner dipakai di bidang percetakan, emisi karbon yang dikeluarkannya lebih rendah sekitar 25 persen dibandingkan toner konvensional.
EA-Eco Toner memang akan menjadi pasangan yang tepat bagi printer berbasis SLED, terutama jika konsumen memang peduli dengan lingkungan. Namun, menurut James, bukan berarti Fuji Xerox akan meninggalkan printer berteknologi lama, seperti laser printer yang selama ini dikembangkannya. Printer lama itu tetap diproduksi, sebab wajib hukumnya memberikan pilihan bagi konsumen. Biarlah konsumen yang memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.
Namun, jika diluncurkan pada akhir tahun ini, printer berbasis SLED diupayakan tak terlalu mahal harganya. Fuji Xerox mematok harga tak lebih dari 400 dollar Amerika Serikat (AS), sehingga bisa bersaing dengan produk lainnya. Indonesia, jelas Vincent, akan menjadi salah satu negara pertama tempat peluncuran printer ramah lingkungan itu. Karena, pasar printer di Indonesia masih menjanjikan. Jadi, kita tunggu saja…
@font-face { font-family: “Cambria Math”; }@font-face { font-family: “Calibri”; }p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal { margin: 0in 0in 8pt 1.5in; line-height: 120%; font-size: 10pt; font-family: “Calibri”,”sans-serif”; color: rgb(90, 90, 90); }.MsoChpDefault { font-size: 10pt; }.MsoPapDefault { margin: 0in 0in 8pt 1.5in; line-height: 120%; }div.WordSection1 { page: WordSection1; }
Mempunyai Printer Laser memang sangat enak karena kita bisa menghemat pengeluaran utk mencetak, dibanding dengan printer yang memakai tinta printer dengan menggunakan toner atau serbuk sangat irit, tetapi persoalannya mengisi printer laser tidaklah semudah mengisi printer yang menggunakan tinta, memang banyak jasa-jasa untuk pengisian printer laser tetapi biayanya sangatlah mahal. untuk sekali isi printer dikenakan rata-rata Rp. 100.000 padahal kalau kita bisa mengisi sendiri kita bisa menghemat sekita 8 x lipat dari kita menggunakan jasa. Bayangkan saja jika kita membeli serbuk dengan harga Rp. 200.000 kita bisa mengisi sampai 8 kali padahal kalau menggunakan jasa hanya bisa untuk mengisi 2x saja. jadi bisa dihitung berapa rupiah yang bisa kita hemat hanya untuk mengisi printer. Belum lagi jika kita sudah mahir malah kita bisa membuka jasa pengisian printer. Berikut ini saya tuliskan kembali bagaimana cara mengisi printer laser dan kalai ini adalah jenis printer HP 1020 walaupun untuk jenis dan type yang lain tidak banyak berbeda, kita bisa kreasi sendiri. Tulisan berikut saya petik dari tulisan Sakuraba pada tanggal 3 mei 2008
Berdasarkan pengalaman saya, cara pengisian toner tidak melalui lubang yg kita buat, melainkan dengan membuka drum film. Caranya buka sekrup yg ada di samping kiri & kanan, drum film sudah longgar. Cabut drum perlahan-lahan ( jangan sampai cacat ) dengan mencongkel salah satu sisi cartridge yang longgar ( jangan sampai patah ).
Setelah drum film dilepas dari cartridge akan terlihat deploping/magnet rol yg berwarna hitam ( tempat toner ), Lalu putar gear cartridge ( hati-hati jangan salah arah. jika salah toner akan keluar dari magnet rollnya. apabila itu sempat terjadi maka putarlah gear tadi ke arah yang berlawanan )
Bila putaran gear sudah betul, masukan toner sedikit demi sedikit sambil memutar gearnya. Memang agak sedikit repot dan kotor, tetapi cara inilah yang saya anggap sangat memuaskan. Untuk memasukan toner ke magnet roll gunakan kertas sebagai sendoknya. Biasanya 1 cartridge bisa di isi lebih kurang 200 gr maksimal
Setelah selesai di isi jangan langsung di pasang dulu drumnya, bersihkan dahulu karet / blit pembersih drum film. Letaknya dibagian atas magnet roll. setelah itu beri sedikit bedak bayi di sekitar karet /blit agar tidak kesat. apabila karet/blit kesat dapat merusak drum film.
Sesudah karet/blit di bersihkan, pasang kembali drum filmnya dengan hati-hati. Oke dehh….
Selamat mencoba. Mohon Kritik dan Sarannya !
Sebagai tambahan :
Ciri-ciri Drum rusak :
Tulisan menjadi blur, bisa semuanya bisa sebagian atau tulisan tidak ngblok tidak jelas.
Bisa juga bergaris umumnya bergaris vertikal atau horizontal
Ciri-ciri karet blit/karet pembersih Rusak :
Hasil Print dikertas akan nampak bergaris lurus horizontal.
Untuk lebih pastinya buka Drumnya lalu raba karet blitnya jika ada yg terasa kasar, itu bearti karet blitnya sudah ada yg luka / rusak